Seine Liebe Wieder

EXO-at-Happy-Camp-exo-m-34642933-900-600

by Sehunblackpearl

Kai & EXO | Drabble | Angst |

Summary : Jong In merindukan hari-hari penuh alien dan serigala bersama seine liebe wieder (orang yang dia sayangi lagi)

Hidup itu seni menggambar tanpa menggunakan penghapus.

Jong In menghela nafas lemah. Terlalu lemah untuk ukuran seorang Kim Jong In si Dancing Machine. Ditelaahnya kembali satu demi satu alfabet yang tertulis pada pigura di tangannya. Sketsa wajah yang digambarkan Kris untuk Jong In lebih dari lima tahun lalu rasanya. Kalau mencoba memaksa sel-sel kelabunya untuk mengenang kembali saat-saat itu, yang pertama terbayang hanya senyum pria China tinggi yang menampakkan hampir seluruh bagian gusinya. Tapi biar begitu, dia masih tetap selalu tampak berkarisma dan cool dengan ukuran badannya yang melebihi tinggi rata-rata orang di sekitarnya.

Ah kenangan itu lagi. Bagaimana bisa dia selalu datang saat Jong In paling tidak mengharapkannya? Tangan Kris bergerak lincah di depan papan gambar dan menatap Jong In teliti kemudian kembali menggoreskan pensil seperti seniman sejati. Jong In tidak mengerti, tidak satu pun dari mereka mengerti bagaimana Kris selalu mengklaim dirinya titisan Picasso, sedangkan memegang kuas dengan benar saja tidak bisa.

Seandainya mereka ada di sini — anak-anak itu — pasti mereka akan bersama-sama menatap pigura bodoh ini dan menertawai Kris, betapa delusional si Cowboy yang mengaku bisa terbang itu. Konyol. Melihat hari-hari belakang, saat Luhan Hyung terbahak sampai tersedak ludahnya sendiri karena Kriscasso yang membuat sketsa wajah Jong In malah terlihat seperti bebek gila yang mengalami mutasi gen. Luhan tertawa paling lebar, membuat sekitar matanya mengerut. Tapi dia tetap terihat cantik seperti perempuan. Selalu.

Dua orang itu, kenapa Jong In paling merindukannya saat ini? Bukannya tak rindu yang lain. Tapi sudah lama. Paling lama tak bertemu keduanya. Mungkin itu yang membuat Jong In tiba-tiba ingin bernostalgia dengan bayang keduanya yang samar-samar masih diingat sel kelabunya.

Seperti tidak ingin percaya. EXO sudah lama berlalu. Padahal rasanya baru kemarin dia meliuk-liukkan seluruh badannya di atas panggung penuh gairah. Meski terkadang dengan baju rumbai yang memalukan, tapi Jong In selalu paling bersemangat saat dia di bawah sorot lampu yang begitu gemerlap. Kai — nama panggungnya — selalu menjadi pusat EXO. Seolah EXO-K itu adalah Exo-Kai, kata mereka.

Kemana hari-hari penuh piala penghargaan itu berlalu? Pertanyaan yang yang membuat dada Jong In serasa ditimpa dua belas bulan berbeda. Sakit dan sesak.

Seperti Sehun yang menelan kembali seluruh  air matanya berminggu-minggu sejak Luhan meninggalkan grup, atau fangirl yang bunuh diri karena Baekhyun berkencan dengan Taeyeon noona.

Bagaimana kabar mereka sekarang? Apa Jong In benar-benar penasaran atau hanya pertanyaan basa-basi seperti pembuka setiap konser yang mereka gelar berdua belas — ah Jong In lupa, itu tidak pernah dua belas — bertahun-tahun lalu.

Apa si maknae cadel masih suka narsis dan suka pamer kesempurnaan wajahnya di media sosial? Itu akan sangat mengejutkan. Apa Hyung yang tinggi dan ceria masih seperti dulu? Bagaimana dengan sang leader? Baozi yang kurus apa kabar? Apa Chen masih suka jahil? Lay Hyung? Tariannya masih tajamkah? Atau dia bahkan sudah lupa kalau dia dulu adalah penari yang sangat hebat di EXO. Jong In ingin tau apa Baekhyun Hyung masih melanjutkan hubungannya dengan Taeyeon Noona. Kenapa hanya Jong In yang tidak diberitahu apa-apa?

Bolehkah ia marah sejenak? Untuk kaki yang tak lagi berjalan. Untuk badan yang sudah tak menari dan hari-hari gelap yang dihabiskannya menolak menjawab siapapun.

“Hidup itu adalah seni menggambar tanpa menggunakan penghapus.”

Kris mengatakan itu padanya beberapa bulan kemudian setelah meninggalkan grup.

“Memang terkadang aku menyesal keluar dari EXO, tapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk itu. Ini hidupku sekarang. Aku tidak bisa kembali dengan penghapus ke lembaran dimana aku dengan egois memutuskan membiarkan kalian dalam perang yang harusnya dihadapi oleh dua belas legenda. Padahal kita bisa menjadi legenda.” tatapan nanar Kris, apa arti tatapan itu. Kalau akan menyesal, kenapa meninggalkan. Tapi Kris selalu pintar merangkai kata seperti sekarang. Begitu puitis dan menyentuh relung hati. Dia selalu mengaku memang terlahir sebagai seniman.

Kembali dengan penghapus. Sekarang Jong In benci dengan Kris. Benci karena kata-katanya benar adanya. Dia — Jong In — tidak bisa seenaknya kembali dengan penghapus. Hanya untuk menghilangkan bagian memalukan saat dia dengan egois berusaha membumihanguskan bangunan SM Entertainment. Walaupun bangunan itu tidak hancur seluruhnya. Berapa banyak korban saat itu? Tidak banyak. Hanya CEO yang mereka dan kebanyakan fans benci dan beberapa trainee yang berlatih malam hari. Oh dan beberapa artis. Juga Sehun, si maknae cadel yang disayanginya. Sekarang mana mungkin maknae cadel itu bisa pamer wajah lagi pada penggemar.

Jong In rindu sekeping kenangan yang tak terulang. Kenangan saat Suho Hyung yang takut ketinggian dipaksa menjatuhkan dirinya dari tempat yang bahkan tidak terlalu tinggi. Samakah rasa takut Suho Hyung saat itu dengan rasa takut Jong In sekarang? Tapi Jong In secara pribadi merasa air mata Suho Hyung saat itu sungguh tidak beralasan. Ada sebelas tangan yang siap menangkapnya di bawah. Tidak demikian bagi Jong In. Tidak ada tangan-tangan ajaib itu untuk mencegahnya jatuh.

Hukuman mati yang sudah di depan mata membuatnya ingin kembali ke masa itu, saat dua belas pria berdiri di satu panggung dengan bangga menggenggam piala rookie yang lama didamba. Sebelum mereka kehilangan arti menjadi EXO sesungguhnya dalam lubuk hati masing-masing.

=END=

Just because I miss Kris and Luhan so much. And the rumor of Tao leaving just freak me out

I might die 😦 Mind to review everybody?

Advertisements

7 thoughts on “Seine Liebe Wieder

  1. suka banget sama kta2 “hidup adalah seni menggambar tnpa pnghapus”
    keep writing ya, q nunggu tiap hari updatannya appun itu
    oh dan….kta2 itu q mnta ijin copas ya
    suka bnget 😊 kalo boleh sih😁

  2. Kak aku nangis ㅠ.ㅠ /biarin lebay/

    Serius disaat aku lagi sibuk2 kayak gini dan baru sempat buka blog beberapa menit yang lalu langsung baca ini rasanya yatuhan
    ………

    Itu —astaga beritanya serius? aku gak ada buka sosmed akhir-akhir ini, sibuk banget.

    God, baru tau rasanya feel down itu kayak gini OTL

  3. aduh… stelah sblumnya baca yg comedy… ini mlah sediiih…
    aaah… aq jg kangen mereka… spertinya bkn exo lg klo tak lg ber12… apa rumor soal Tao itu bener ???
    semoga ga ya… udh ckup exo khilngn 2 org… jgn lg…
    ah mlh jd lemes ini…
    tp author, tetep semangat ya.. 😉
    btw, itu judulnya dr bahasa apa ya ? agak menggelitik d telinga #asing aka ga ngerti… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s