TALK TO ME

97537477

by Sehunblackpearl

Park Chanyeol || Depressed & Desperation || Ficlet ||

PG-17 for explicit cursing

Say something, I’m giving up!

.

.

“Siapa kau?” Chanyeol berbisik lirih pada sosok tinggi di depannya. Pandangannya jelas bersiborok dengan iris kelam si pria tinggi yang dengan sengaja menatapnya balik seolah menantang. “Apa yang sebenarnya kau cari hah?” Kali ini bukan hanya dengan bisikan lirih namun ucapan getir yang menggetarkan pangkal tenggorokannya. “Apa?” ujarnya lagi mempertegas pertanyaan yang sudah dilontarkan detik sebelumnya.

Chanyeol menggerakkan jemari panjangnya berusaha menyentuh wajah pria yang tingginya dapat mengimbangi tingginya. Tapi usahanya itu dihalau oleh kaca dingin yang memisahkan dia dari bayang semu di balik cermin. Dia tidak dapat menyentuh seberkas wajah yang persis dengan miliknya sendiri. Hidung itu, mata yang tidak terlalu sipit, bibir proporsional — tidak terlalu tebal juga tidak terlalu tipis — dahi sempitnya, rambutnya, telinganya yang sedikit runcing seperti elf. Semua itu terbuat dari Chanyeol. Tapi kenapa Chanyeol tidak bisa menyentuh si brengsek di seberang sana.

“Bayangan adalah ruang gelap di belakang medium tidak tembus cahaya yang disinari.” Chanyeol tertawa sarkastis. Setelah usahanya mencoba mengucapkan kembali defenisi dari bayangan yang dibacanya dari textbook nya beberapa jam lalu di perpustakaan. “Ah, tidak terdengar tepat.” sengaja Chanyeol mengernyitkan dahi, mencoba mencari sesuatu yang membuatnya tidak puas dengan rangkaian frasa yang baru saja meluncur bebas dari mulutnya.

“Bayangan sialan adalah ruang gelap sialan di belakang medium tidak tembus cahaya sialan yang disinari.” Dia mencoba lagi. Kembali mengulangi defenisi bayangan seolah-olah pantulan dirinya di balik cermin tadi belum mendengar cukup jelas apa yang telah dikatakannya tadi. Namun kali ini dia dengan sengaja menyisipkan serapah dalam defenisi konyol itu. Dan sekilas senyum terukir jelas di guratan wajah sesosok tinggi yang dipandangnya melalui medium itu.

“Kenapa aku harus mempelajari omong kosong sialan ini?” bertanya lagi pada bayangannya di balik cermin. “Aku tidak ingin melakukan ini. Aku tidak  suka.” Dan dia berbicara sembari mempertegas kerutan yang terbentuk di dahinya, indikasi kejengahannya. “Aku ingin lari. Aku benci hidupku. Aku benci dia yang memaksa menentukan masa depanku.”

Chanyeol merasa kesal. Dia hanya ingin melampisakan penat dan rasa dongkol yang menyerang seluruh sistemnya . Matanya lelah. Memerah dan mempunyai jejak hitam di bawahnya akibat kurangnya jam tidur. Begitupun otaknya. Jauh lebih lelah dari pada apapun yang dapat didefinisikan dengan kata lelah di seluruh dunia ini. Empat hari penuh berkutat dengan buku dan komputer hanya demi mempelajari omong kosong yang bahkan tidak akan pernah dipedulikannya. Siapa yang peduli dengan mesin gerinda sialan dan bagaimana kau membentuk geram1) dari logam. Ini bukan masa depan yang diinginkannya. Batinnya memberontak marah setiap kali.

Chanyeol ingin membaca dan menulis. Bukan menghitung kecepatan pemotongan logam dengn mesin-mesin yang bahkan tidak dapat dihapalnya fungsinya satu per satu.

Dia menatap kepada sosok yang terlihat terlalu kusut untuk mendapat sebutan ‘Happy Virus’. Sorot matanya jelas memancarkan rasa lelah dan dia dapat melihat jelas kerutan di sekitar matanya. Apakah begini tampilan si Happy Virus yang dilihat oleh teman-temannya? Daripada Happy Virus dia merasa lebih terlihat seperti HIV Virus.

“Kau HIV Virus menjijikkan.” Dia mencerca sosok tinggi itu. Namun tidak ada respon yang diberikan bayang tak nyata di balik cermin datar yang berdiri angkuh di depannya.

Kenapa dia bahkan ada di sana? Pria yang persis seperti dirinya sendiri. Seberkas bayang semu yang merepresentasikan eksistensi Chanyeol. Kenapa bahkan muncul di depan mata Chanyeol? Sedangkan dia sama sekali tidak pernah membantu Chanyeol keluar dari kungkungan rasa gelisah.

“Kenapa kau selalu hanya bisa mendengar?”

Kali ini Chanyeol memukul-mukul cermin frustasi. “Kenapa kau mengulangi setiap kata-kataku? Seolah aku belum cukup jelas mengucapkannya.”

Seperti yang selalu terjadi, pantulan dirinya dalam cermin tidak pernah sudi membalas satu pun kata yang terucap dari mulut Chanyeol, yang mempunyai bentuk nyata di antara ruang. Dia menggerakkan bibirnya sesuai dengan irama bibir Chanyeol. Hanya pergerakan tanpa suara.

“Bicaralah, kumohon. Beritahu aku bagaimana lari dari sini. Dari kehidupanku.”

Tapi tetap tidak ada jawaban. Yang didapati Chanyeol hanya pria di hadapannya berhenti menggerakkan bibirnya juga begitu Chanyeol berhenti berbicara.

“Berhenti meniru segala yang kulakukan, bedebah.”

Lalu Chanyeol menggerakkan tangan kanannya yang sudah dikepalnya kuat ke mata pria itu. Targetnya membalas dengan perlakuan persis sama. Yang pada akhirnya menghasilkan pada kepalan tinju keduanya yang bertemu di titik tengah dan tidak pernah berhasil menyentuh wajah satu sama lain. Menempel pada benda padat yang memisahkan eksistensi keduanya.

Yang ada kemudian hanya merah mengalir perlahan dari sela jari. Berkat pertemuan manis tulang berbalut kulit dengan cermin yang retak permukaannya.

“Tolong.” bisik Chanyeol lirih seraya menelan air mata yang mengalir sampai ke mulut. Berbisik kepada bayang yang sudah terdistorsi dalam semu dunia parallel di balik cerminnya yang retak.

.

.

.

-FIN-

1) Geram adalah bagian dari material yang terbuang ketika dilakukan sebuah proses pemesinan dalam proses metal cutting.

A/N: Chanyeol is me. Gak ada yang aku rasakan saat ini selain tertekan dan frustasi. Wish I could find the old ‘me’ again. Not the me who is stressed and in pain every single day.

Advertisements

30 thoughts on “TALK TO ME

  1. WHAT SHOULD I SAY ABOUT THIS AWESOME FANFCITION?? TELL ME!
    /okay caps nya udh mati/
    aku ngga bisa ngomong apa2 lagi soal fict kece ini. gimana yaa akhir2 ini juga lagi ya rada stres hahaa dan btw aku sedih ngeliat chanyeol di sini, seriously -_- what can i do to help him?
    Dan dari author note nya aku malah makin sedih. Kalo aku bisa, aku mau bantu kakak. I mean yaa maybe you need someone to talk with? 🙂

    Keep writing kaaak ❤

  2. chanyeol kasian banget, segitu depresinya diaaa-__- pengen banget curhat mungkin, terus dikasih solusi. lagian curhat ke bayangan di cermin ya kaga ada respon–”
    authornya ternyata lagi depresi juga. pukpuk kakak, sini curhat cerita2 sama aku

  3. kiraim si chanyeol punya dua kepribadian kaya di mv remake nya sehun
    woalah dia depresi toh…
    kadang efek depresi memang mengerikan.. ngebuat kita jdi orang lain dan gk ngenalin diri sndiri
    chan tetaplah jd happy virus kekekeke

  4. /termenung/
    /terdiam/
    tiap pribadi tuh punya cara sendiri buat menyalurkan rasa frustasinya,
    jadi, apa seperti ini yang kau lakukan di dunia nyata Mi?
    ahh,
    masa – masa disaat kau malas menghadapi kenyataan sebenarnya,
    oke ini komen babling ga jelas macam apa -___-

    maafkan,
    ini efek kalimat2 depresi kamu Mi,
    haahh…

    1. Gak kaak, mana mungkin xD
      Yg ada tanganku yg luka2 kalo sampe aku ngelakuin yg dilakuin chanyeol ini. Krn aku orgnya gabisa ngekspresiin emosi aku, jadinya yah suka tertekan sendiri dan bikin skenario di otak. Semua yg dilakuin chanyeol ini aku lakukan di otakku kak xD

      1. ah,
        nampaknya setiap orang yang suka nulis emang kaya gitu semua deh,
        hahaha
        aku juga kaya gitu Mi,
        ga bisa ekspresiin emosi lewat aksi langsung,
        hahaha

  5. wuaaaaaaa ada ficlet baru ceyeeeee XD XD XD yaampun yaampuuunn ga sabar pengen baca. maaf ya aku ngomen duluan, gatel banget ini jari2 pen bilang thankyou so much makasih buanyak udh bikin ff main cast nya chanyeol kesayangan >__<
    btw aku boleh tau gak nama dan usia kamu say??? biar enakkan ngomen manggil pakek nama apa 😀 kekeke… XD /sok akrab -__-/

    udah, ini dulu.. ntar aku ngomen lagi. wkwkwkk

    1. Hallo hallo 🙂
      Thanks ya udh mampir sini^^
      Btw boleh dong kenalin diri di page Hello visitor atau two of me xD
      Eem, panggil aja tamiko 96 line 🙂
      Jgn bosen mampir yaaa

  6. Waah, ini spechless banget aku ya.
    Lagi blogwalking dan kecantol di blog kakak. Trus coba-coba baca satu fic kakak dan ini alurnya simpel tapi diksinya itu padet banget. Nggak bikin bingung dan berasa kaya liat short movie gitu 😀
    Kasihan juga ya si chanyeol ampe depresi gitu. Aku ga nyangka ini hasil frustasi yang nggak tersampaikan. Kalo lagi frustasi aja sebagus ini, gimana kalo lagi hepi? hehe
    Oh ya, salam kenal kak! Pat here. 99 line. Ijin menjelajah ! ^^

  7. wow awesome story !!
    eh ini diambil dari true story? kisah tentang ke-frustasian chanyeol disini kelihatan real. setiap detail yg menggambarkan seseorang mengalami stress nya tuh dapet banget!
    kayanya chanyeol dipaksa ngambil jurusan kuliah yg ga sesuai sama keinginannya ya haha
    dan sikap chanyeol disini kentara sekali kalo dunia dan apa yg ada didalamnya itu ‘jahat’
    semangat chanyeol sayang =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s