[SERIES] PUZZLE : c’est l’aveu

33138295_DLz1GjXZ_c_large

by: Sehunblackpearl a.k.a Tamiko

Drabble || Park Chanyeol & OC ||

C’est l’aveu : a confession

The nice thing about doing a puzzle is, you know there is a solution – Stephen Sondheim

ℑζ

“Apa yang sedang kau tulis itu?” Suara berat yang sudah tidak asing menginterupsi kegiatan Yeri. Seketika membuyarkan konsentrasinya dan memaksanya mengehentikan sejenak goresan pena di atas kertas yang tadinya menjadi fokusnya.

“Bukan urusanmu Chan giant.” Yeri mendelik ketus sebagai balasan pertanyaan anak lelaki yang disebutnya Chan giant itu. Sebenarnya lebih kepada keingintahuannya yang terlalu berlebihan.

Chan giant yang sebenarnya bernama Park Chanyeol hanya memutar bola mata, sudah terlalu terbiasa dengan sikap nyelekit Yeri.

“Dasar singa betina.” gumamnya pelan namun masih dapat tertangkap oleh telinga gadis yang tengah dikatainya itu. Menghasilkan sebuah decakan keluar dari mulut sang singa betina.

Chanyeol sedikit kecewa saat mendapati Yeri tidak bereaksi seperti yang diharapkannya. Hanya decakan pelan dan mencibir sekilas kepada Chanyeol kemudian lagi-lagi memunggunginya untuk kembali fokus pada kertas yang sudah terisi hampir setengah halaman di atas mejanya.

“Menjauh dariku Park Chanyeol. Kau bau keringat.” Ujar Yeri seraya tetap membiarkan tangannya menggerakkan pena.

“Bau apanya? Ini wangi maskulin.” balas Chanyeol. Ia pura-pura mengendus udara di sekitarnya.

“Cih maskulin nenek moyangmu. Rasanya aku seperti mencium bau ketiak ogre. Menjijikkan.”

Chanyeol menyeringai mendengar sarkasme gadis itu. Dia selalu menyukai bagaimana seorang Lee Yeri melemparkan komentar-komentar sarkastis kepadanya. Entah mengapa.

“Habis bermain basket.” Ujarnya seraya menyeret sebuah kursi dan menempatkannya tepat disebelah Yeri. “Itu apa?” Chanyeol kembali mengulangi pertanyaan awalnya. Tapi gadis yang dintanyainya hanya bergeming.

“Apa yang kau tulis itu Yeri?”

Tidak ada jawaban.

Chanyeol menghela nafas sejenak sebelum mengeluarkan suara hampir seratus desibel “Lee Yeri apa yang sedang kau tulis di kertasmu itu?” tepat di telinga Yeri, membuatnya terpaksa meletakkan pena dan menggunakan kedua tangannya untuk mencegah kerusakan gendang telinganya akibat pekikan Chanyeol.

“Yaa Park Chanyeol, kau mau mati hah?” Yeri membentak Canyeol kasar setelah memastikan tidak ada lagi suara teriakan Chanyeol yang penasaran mengusik ketentraman organ pendengarannya. Chanyeol hanya memasang cengiran yang sama sekali tidak mengindikasikan rasa bersalah di wajahnya.

“Makanya jawab.” Suara berat itu membalas.

“Urus saja urusanmu sendiri sana.”

“Ayolah kau ini kenapa dingin begitu sih?” Chanyeol mengerucutkan bibirnya berusaha memasang wajah lucu untuk menarik simpati gadis itu.

Tapi Yeri tetap bergeming dan menolak memuaskan rasa ingin tahu Chanyeol. Ia kembali melanjutkan aktivitas awalnya yang sempat diinterupsi Chanyeol. Penanya sekali lagi menari-nari dengan lincah di atas kertas.

Di sisi lain Chanyeol juga menolak untuk menyerah. Rasa penasaran menggerogoti setiap syaraf tubuhnya. Dia berusaha untuk dapat membaca apa yang ditulis Yeri dengan mengintip dari balik punggung gadis itu. Bukan hal yang sulit mengingat tinggi badannya yang menguntungkannya.

“Tu..buh ting..gi mu.. yang..” Park Chanyeol melafalkan setiap kata yang berhasil tertangkap oleh matanya dengan susah payah. Meski tidak begitu jelas, dia tetap membaca keras-keras apa yang sempat tertangkap oleh indranya.

Sudah menjadi sifat alami Chanyeol untuk tidak dapat menahan rasa penasarannya. Tidak boleh ada satu hal pun yang disembunyikan darinya. Chanyeol ingin tahu semua. Terutama jika itu menyagkut tentang Lee Yeri. Chanyeol ingin tahu. Sangat ingin tahu.

Yeri yang segera menyadari Chanyeol sedang membaca tulisannya segera menutupi kertasnya dengan kedua tangan. Tidak memberikan celah sedikitpun untuk Chanyeol yang terlalu iseng itu.

“Apa yang kau lakukan?” teriaknya sedikit marah kepada Chanyeol. Semu merah sedikit demi sedikit memenuhi wajahnya, sangat jelas menunjukkan kalau dia malu sekaligus terkejut dengan perbuatan Chanyeol barusan, atau mungkin dengan tulisannya yang sempat diintip oleh si tinggi.

“Hanya…” Chanyeol kembali membuka suara untuk membela diri setelah sebelumnya sempat syok dengan bentakan Yeri.

“Dasar tukang ikut campur.” Tanpa memberikan kesempatan bagi Chanyeol untuk menyelesaikan kalimatnya, Yeri kembali menyenggak lelaki tinggi itu dan langsung menghentakkan kakinya sekeras mungkin meninggalkan ruangan bersama kertas dan penanya.

Chanyeol hanya terdiam. Kali ini dia yang bergeming untuk sepersekian detik. Hanya hening yang secara konsisten bertahan di sekitarnya untuk beberapa saat. Dia bingung dengan apa yang barusan terjadi. Matanya masih membelalak, memandang ke ruang kosong yang sebelumnya menunjukkan presensi seorang gadis yang meninggalkannya dengan marah-marah.

Detik berikutnya wajah Chanyeol turut berubah merah. Semerah kimchi buatan ibunya.

Otaknya telah berhasil menyatukan potongan-potongan kata yang tadi sempat terpotret lensa matanya. Jika potongan kata bak puzzle itu disusun dengan benar, maka kalimat yang sempat tertangkap oleh matanya sebelum Yeri menutup kertasnya itu akan berisi “Tubuh tinggimu yang basah oleh keringat saat bermain basket di lapangan tadi membuat jantungku berdebar tidak karuan dan aku sadar aku cin…”

Sepenggal kalimat yang belum terselesaikan itu. Jika ditambhakan beberapa keping puzzle yang menghilang, mungkinkah berarti…

“Yaak Lee Yeri tunggu!”

ℑζ

A/N: Hello, anyone read this? 🙂 No one? It’s okay lol. Aku udah menghilang untuk beberapa waktu (lagi) XD btw ini series baruku. Enjoy ^^

xoxo

Miko

Advertisements

24 thoughts on “[SERIES] PUZZLE : c’est l’aveu

  1. Ciee cieee Chanyeol dibikinin cerpen (apa curhatan diary?) ama Yeri wkwk jan ampe Chanyeol nebak yg malah ntarnya bikin Chanyeol ngfly dan gabakal balik lagi ke bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s