[BOOK REVIEW] The Labors of Hercules by Agatha Christie

efaeff9a723fcfbcd213d497ef9db8b1

Judul: The Labours of Hercules

Penulis: Agatha Christie

Penerbit: Gramedia

Cetakan pertama: 1995

Jumlah Halaman: 416 halaman

Tahun Terbit: 2014

ISBN: 978-979-22-3515-9

Genre: Mistery

Format: Paperback

Ω

Buku ini adalah buku yang udah ada di rak bukuku dari tahun lalu dan baru selesai kubaca bulan lalu serta baru direview hari ini. Bukan karena isinya membosankan makanya butuh waktu terlalu lama untuk aku nyeleseaiin baca buku ini. Tapi karena aku terlena (apa deh). Ja, ayo mulai menguliti buku ini dan langsung lihat apa di dalamnya 🙂

“Tugas-tugas Hercules”versi modern.

Gagasan itu mengusik keangkuhan Hercule Poirot.

Sebelum pensiun dan mengisi waktunya dengan merekayasa sumsum sayuran yang istimewa, dia ingin menyelesaikan dua belas kasus lagi… kasus yang amat terpilih.

Masing-masing kasus itu harus merupakan simbol pameran kekuatan otot yang diperagakan pahlawan dalam legenda Yunani kuno, yaitu Hercules yang perkasa. 

Tetapi ketika Hercule Poirot yang amat cerdas dan suka kerapian harus menghadapi monster-monster di zaman modern, satu-satunya senjatanya adalah kekuatan otaknya dan kemampuan deduksinya yang luar biasa.

Siapa gak tau dengan Hercule Porot? Setiap mistery lover sudah pasti sangat kenal dengan detektif jenius kebangsaan Belgia ini. Hercule Poirot —tokoh fiktif karangan Agatha Christie sang ratu novel misteri ini seperti dikatakan dalam Wikipedia adalah seorang tokoh besar dalam fiksi detektif untuk keberhasilan komersial Bunda Agatha dan inovasinya dalam genre tersebut. Hercule Poirot dengan kepala bulat telur dan kumis seksinya adalah detektif fiktif favorit saya (setelah Sherlock Holmes dan Edogawa Conan).

Sejauh ini saya sebagai seorang bookworm dan mistery adorer belum pernah dikecewekan oleh Bunda Agatha. Yes, never have I ever been. Walaupun terlalu banyak waktu yang saya tunda hanya untuk menyelesaikan buku kecil ini (dan itu bukan karena saya ingin).

Novel ini sebenarnya merupakan Collection of Stories yang artinya tidak hanya ada satu kasus dalam buku ini. Tepatnya ada dua belas keping kasus yang memutar otak Poirot dan juga otak saya. Dan sema kasus itu berhubungan (atau dihubung-hubungkan) dengan tugas Hercules. For your information, nama Hercule Poirot bisa saja iya dan bisa saja tidak berasal dari nama tokoh pahlawan dalam legenda Yunani itu.

Diawali dengan sebuah bab pembuka dengan embel-embel Kata Pengantar (yang ternyata bukan kata pengantar seperti dalam bayanganmu dan aku). Kalimat pembukanya adalah sebuah penjelasan mengenai perabotan Hercule Poirot yang rapi dan kemudian dan kemudian.

Seluruh rangkaian keisengan kasus ini berawal dari kunjungan Dr. Burton—salah satu teman Poirot—yang mempertanyakan arti nama Poirot. Dr. Burton yang adalah ahli Sastra Yunani Klasik menuduh Hercule Porot sebagai tiruan Hercules yang sama sekali tidak mirip (well sedikit banyak itu benar). Dari obrolan yang sebenarnya tidak terlalu berguna inilah kemudian timbul gagasan dalam diri Poirot untuk menyelesaikan kasus-kasus terakhirnya sebelum ia benar-benar pensiun sesuai dengan tugas-tugas Hercules. Poirot hanya akan menangani kasus-kasus terpilih yaitu dua belas kasus.

Kedua belas kasus itu adalah sebagai berikut : (1) Singa dari Nemea (2) Hydra Penghuni Rawa Lerna (3) Rusa dari Arcadia (4) Babi Hutan dari Gunung Erymanthus (5) Kandang-kandang Sapi Raja Augeas (5) Burung-burung Penguni Danau Stymphalia (7) Banteng Jantan dari Creta (8) Kuda-kuda Raja Diomedes (9) Ikat Pinggang Hyppolita (10) Geryon dan Binatang-binatang Gembalaannya (11) Apel-apel Hesperides (12) Penangkapan Cerberus

Yang suka sama dongeng-dongen klasik Yunani pasti udah tau kalau kasus-kasus di atas adlah dua belas tugas Hercules yang dia kerjakan selama dua belas tahun saat harus mengabdi pada Eurystheus Raja dari Tiryns dan Mycenae akibat dosa membunuh istrinya sendiri. Menariknya adalah kedua belas tugas ini pada akhirnya menjadikan Hercules sebagai pahlawan nomor satu dalam sastra Yunani klasik dan setelah kematiannya dia disejajarkan dengan para Dewa. Sedangkan Hercule Poirot, well pada akhirnya dia tetaplah Hercule Poirot. Sedari awal dia jenius dan tetap jenius hingga akhir. Dan kita semua tau meskipun Poirot mengatakan dua belas kasus ini adalah kasus terakhir, that’s a lie. Karena dia tetap terus menjadi detektif hingga wafat.

Satu yang aku suka dari novel ini adalah bagaimana penggambaran tokoh figuran yang mengungkit tentang seorang pahlawan Yunani dan meninggalkan kesan yang begitu mendalam dan menimbulkan a whole lot of plot. Applause for Dr. Burton, I mean Miss Agatha. Entah kenapa, dia membuatku begitu saja mengikuti plot ini tanpa merasa janggal. Karena memang terkadang sekelumit perkataan seseorang dapat meninggalkan kesan yang begitu dalam dalam diri seseorang lainnya.

Hanya ada satu yang bikin aku geregetan waktu baca buku ini. Yaitu fakta bahwa segala rangkaian kasus itu berjalan terlalu mulus. Betapa kebetulan semua kasus itu secara berurutan dengan rapi satu per satu mendatangi Hercule Poirot saat dia memikirkan untuk menyelesaikan kasus-kasus terakhir berdasarkan tugas-tugas Hercules. I mean, that’s a great coincidence. Kebetulan yang terlalu hebat. Menimbulkan kesan terlalu perfeksionis namun ceroboh. Dan menurut saya pribadi itu mengurangi nilai seninya. Karena selama membaca saya kerap berpikir “ah, kebetulan sekali terjadi kasus ini.”: “Ah, kebetulan sekali orang ini muncul.” dsb

Namun turn of event dalam setiap kasus selalu menyenangkan. Meskipun terkadang rasanya seperti membentuk sebuah pola. Tapi dalam setiap kasus singkat yang disajikan dalam novel ini, kita tidak selalu bisa menebak apa yang akan terjadi di akhir cerita. It keeps you wondering. Karena ini memang bukan tipikal cerita detektif kacangan yang dikarang oleh penulis amatir.

Pada akhirnya, walaupun masih kalah dengan beberapa buku Agatha Christie favorit saya, tetap saja buku kumpulan cerita ini tetap layak untuk dibaca. Mais oui, c’est une idée, ça…

Have a good read 🙂

Salam

Aku

Review ini diikutkan dalam

lucky no15

Kategori : It’s Been There Foverever
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s